5 Instrumen Investasi ini Cocok untuk Pemula

Instrumen Investasi ini Cocok untuk Pemula

Dalam usaha untuk mengumpulkan pundi-pundi harta, berinvestasi merupakan salah satu cara yang biasanya diambil. Dengan melakukan investasi 100 ribu profit harian, seseorang bisa mendapatkan keuntungan dari bunga atau return.

Semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya berinvestasi, semakin banyak pula yang berhasil mencapai tujuan finansial masing-masing.

Jika saat ini kamu belum memiliki investasi, masih ada banyak waktu untuk memulai. Sebelum itu, kamu perlu mengenal berbagai jenis instrumen investasi yang cocok untuk pemula.

Simak pembahasan berikut ini agar kamu bisa menemukan instrumen yang tepat.

Jenis Investasi Berdasarkan Waktu

Saat akan berinvestasi, kamu perlu memperhatikan banyak hal. Salah satunya adalah dengan memperhatikan jangka waktunya.

5 Instrumen Investasi untuk Pemula

Sebagai pemula, wajar jika kamu masih bingung untuk menentukan instrumen investasi yang tepat. Berikut 5 jenis instrumen investasi terbaik untuk pemula. kamu bisa mempertimbangkan untuk memilih salah satu di antaranya.

  1. Deposito

Deposito merupakan salah satu instrumen jangka pendek yang dimiliki oleh semua bank. Sistemnya seperti kamu menabung di bank tetapi tidak bisa menarik tabungan tersebut dalam jangka waktu tertentu.

kamu dapat menentukan sendiri jangka waktu yang diinginkan, mulai dari 3 bulan hingga satu tahun. Dengan menyimpan uang dalam jangka waktu tertentu di deposito, kamu bisa mendapatkan keuntungan mulai dari 5 hingga 8 persen per tahun.

Uang tersebut harus tetap berada di dalam bank. Jika kamu mengambil uang tersebut sebelum jatuh tempo, denda akan dikenakan kepada kamu. Deposito menjadi pilihan banyak orang karena risiko investasi yang cukup rendah.

  1. Logam Mulia

Jika deposito merupakan contoh investasi jangka pendek, logam mulia adalah investasi jangka panjang yang cocok untuk pemula.

Cocok untuk pemula karena investasi ini memiliki risiko yang rendah. Harganya cenderung naik atau stabil setiap tahunnya.

Emas, salah satu logam mulia, merupakan instrumen investasi yang favorit. Sejak dulu, orang-orang sudah berinvestasi dalam bentuk emas. Bahkan, emas sudah menjadi lambang kekayaan sejak zaman dulu.

  1. Saving Bonds Ritel (SBR)

Saving Bonds Ritel adalah surat utang yang diterbitkan oleh negara. Jika kamu melakukan investasi pada instrumen ini, kamu bertindak sebagai pemberi pinjaman kepada pemerintah.

SBR termasuk investasi jangka pendek dengan risiko yang kecil. Hal ini karena SBR ditanggung oleh negara. Modal minimal yang dibutuhkan adalah Rp100.000 dengan bunga 6,3 persen per tahun.

Jangka waktu SBR adalah dua tahun. Namun, kamu juga bisa mencairkan uang lebih awal dengan memanfaatkan fasilitas Early Redemption.

Dalam bahasa Indonesia, Saving Bonds Ritel disebut dengan Surat Berharga Negara (SBN). kamu bisa melakukan investasi terhadap SBN secara daring melalui e-SBN dengan nomor seri SBR009.

Apakah kamu tertarik? Jika demikian, kunjungi situs web Kemenkeu untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

  1. Reksa Dana Pasar Uang

Reksa Dana juga merupakan jenis investasi yang menjadi favorit investor pemula. Ini karena ada manajer investasi yang membantu mengelola dana para investor. Dengan begitu, kamu tidak perlu memikirkan ke mana uang harus diletakkan untuk mendapatkan keuntungan.

Salah satu jenis investasi yang banyak dipilih adalah Reksa Dana Pasar Uang (RDPU). Reksa dana ini termasuk jenis investasi jangka pendek dengan risiko yang rendah.

Melalui RDPU, modal yang kamu miliki akan disalurkan seluruhnya dalam instrumen berjangka pendek seperti Surat Bank Indonesia (SBI) atau obligasi. Jika memiliki profil risiko konservatif atau moderat, RDPU sangat cocok untuk kamu.

RDPU adalah salah satu investasi online yang mudah dilakukan. Tersedia banyak aplikasi yang bisa kamu unduh di ponsel untuk melakukan investasi. Minimal modal yang dibutuhkan untuk berinvestasi di RDPU adalah Rp100 ribu saja.

  1. P2P Lending

Selain RDPU, Investasi P2P Lending juga merupakan investasi online yang digemari orang-orang muda. Karena masih tergolong baru, jenis investasi 100 ribu hasilkan jutaan rupiah ini menarik minat banyak investor.

Dengan melakukan investasi di P2P Lending, kamu bisa sekaligus membantu pemodalan UMKM di Indonesia. Ini karena uang kamu akan disalurkan dalam bentuk pinjaman modal usaha.

Pilih Peer-to-peer (P2P) Lending yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK seperti Amartha agar hak-hakmu sebagai investor terlindungi. Di Amartha, kamu bisa mulai berinvestasi dengan modal Rp 100.000 saja. Sangat terjangkau, bukan?